Adapunkeempat ragam gerakan tari jaipong yang signifikan dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Gerakan Bukaan Merupakan gerakan pembukaan dalam pertunjukan kesenian Jaipongan dari Bandung. Dalam gerakaan ini sang penari biasanya melakukan jalan berputar disertai dengan memainkan selendang yang dikenakan pada leher pemain. 2. Pencungan
TARIMELINTING DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN. APRESIASI DAN KREASI DI SEKOLAH Dwi Tiya Juwita Abstrak Pendidikan merupakan salah satu media untuk melestarikan budaya nusantara. Penyampaian pembelajaran seni budaya di sekolah dapat dilakukan dengan kegiatan apresiasi dan kreasi. Pembelajaran seni budaya di Lampung juga mempelajari tari tradisional,diantaranya adalah tari Melinting.
Materipembelajaran, bisa mengambil contoh dari tari hasil kreasi penata tari pada festival tari daerah, ataupun dari negara di Asia, seperti Thailand, China, dan Kamboja. Thailand antara lain : tari itik, tari petani (panen padi), tari sri muan-sri nuan, dan tari nora. China tari tangan seribu, tangan naga, tari barongsai.
Pendekatankreasi ini berangkat dari hasil apresiasi. Melalui apresiasi yang baik, akhirnya akan tumbuh ide dan konsep. Apresiasi terhadap tari Manca Negara sebagaimana yang digunakan sebagai bahan ajar dilembaga akan menunbuhkan ide baru berkait tari kreasi yang masing-masing peserta didik bisa tumbuh ide yang berbeda-beda.
Kraus(1969: 271-274 dalam Eny Kusumastuti: 6) mengatakan bahwa ada enam pokok tujuan tari dalam pendidikan yang bisa dikenali, yaitu: (1) sebagai pendidikan gerak, (2) meningkatkan kreativitas individu, (3) sebagai pengalaman estetis, (4) sebagai penggabungan antar seni dan budaya serta pengalaman, (5) sebagai media sosialisasi, (6) media penanaman nilai-nilai budaya.
HoOD9. DAFTAR ISI 1. Hasil apresiasi tari dapat menghasilkan Hasil apresiasi tari dapat menghasilkan a. Sesuatu produk yang inovatif dan kreatif. b. Mendapatkan pengalaman, wawasan dan kekaguman terhadap karya seni tari c. Menimbulkan rasa percaya diri dan status sosial yang tinggi karena dapat menilai karya seni tari d. Kebosanan, kejenuhan dan ketidaktertarikan terhadap karya seni tari KUNCI JAWABAN a. Sesuatu produk yang inovatif dan kreatif
Oleh Tri Utami SSn, Guru SMPN 3 Boyolali APRESIASI merupakan segala bentuk aktivitas memberikan nilai atau penghargaan pada sebuah karya seni tertentu. Dilihat secara segi etimologi kata “Apresiasi” berasal dari bahasa latin, yakni “Apreciatio” yang berarti menghargai. Apabila ditinjau dari segi terminologi kata “Apresiasi” berarti sebagai proses penilaian atau penghargaan positif yang dilakukan oleh seseorang terhadap sesuatu. Penerapan perilaku tersebut memiliki tujuan untuk memberikan sebuah edukasi terhadap khalayak ramai tentang nilai dan juga dasar-dasar penciptaan suatu karya seni yang sedang diamati. Seni tari merupakan salah satu cabang dari mata pelajaran seni budaya. Pada dasarnya, manusia menciptakan sebuah karya seni berupa tari sesuai dengan ungkapan hidup dan juga rangkuman gerak yang bersumber dari alam sekeliling 20087. Sebuah karya seni tari tersebut memiliki beberapa unsur-unsur utama dalam pembentukannya yakni wiraga gerakan tubuh, wirama irama pengiring tarian, serta wirasa ekspresi atau perasaan. Dari keseluruhan unsur-unsur tari tersebut saling berhubungan dan melengkapi satu dengan yang lain serta memiliki kandungan nilai-nilai tersendiri pada setiap detailnya. Hal ini yang kemudian harus ditanamkan kembali terhadap para siswa dan siswi untuk bisa lebih cinta dan bangga pada budaya sendiri, yang bisa dimulai dengan langkah pemberian tugas dan materi. Misalnya “Apresiasi Unsur Utama Tari Pada Pertunjukan Tari Pendhet”. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah guru menerangkan terlebih dahulu tentang arti dari sebuah tari, jenis-jenis tari, dan juga unsur-unsur utama tari. Selain memberikan penjelasan tersebut, guru juga menjabarkan arti dari sebuah apresiasi dari sebuah karya seni tari. Tahap kedua, setelah para siswa sudah memahami materi dari penjelasan seni tari dan juga apresiasi karya, maka selanjutnya guru akan memperlihatkan sebuah video pertunjukkan tari pendhet. Apabila di video yang diperlihatkan pada pertemuan di kelas kurang dipahami oleh para siswa/siswi, maka guru akan memberikan file video tersebut untuk dicermati dan dikaji ulang untuk dirumah. Tahap ketiga, dari pengamatan video pertunjukkan tari pendhet diatas, para siswa/siswi diberikan tugas untuk mengapresiasi tarian tersebut. Apresiasi tari pendhet tersebut diklasifikasikan sesuai dengan unsur-unsur utama tari, antara lain wiraga, wirasa, dan wirama. Dalam tahap apresiasi tari ini, guru akan memberikan form isian sesuai dengan ketentuan tugas diatas. Tahap keempat, apabila para siswa/siswi telah menyelesaikan pengamatan video dan juga mengisi form apresiasi yang telah dibagikan oleh guru. Maka, tahap selanjutnya adalah mempresentasikan hasil pekerjaan masing-masing. Dari proses presentasi ini akan dapat dilihat bagaimana para siswa/siswi menguasai materi perihal apresiasi karya seni tari. Hasil apresiasi tiap individu pastinya akan berbeda-beda, dan akan menjadi bahan evaluasi tiap siswa/siswi mengenai hasil pekerjaan masing-masing. Penerapan pembelajaran menggunakan metode seperti ini telah berhasil dilakukan dalam mata pelajaran Seni Budaya kelas 8 SMP Negeri 3 Boyolali. Hasil kesimpulan yang didapatkan secara keseluruhan, para siswa/siswi lebih memahami arti penting dari sebuah apresiasi karya seni tari daerah dari aspek-aspek unsur utama tari yang dimulai sederhana dengan cara melakukan pengamatan dari sebuah video pertunjukkan tari. Melalui pembelajaran ini juga dapat membentuk karakteristik para siswa/siswi untuk lebih bangga dan cinta terhadap budaya daerah sendiri. *
hasil apresiasi tari dapat menghasilkan